| Ayumanda Behind The Skin |
|
|
|
|
Sebuah peristiwa acapkali berlangsung tak terduga. Inilah yang terjadi dalam kasus Ayumanda.
Seperti biasa. Semua proses desain dimulai dari catatan dan sketsa-sketsa manual buruk rupa seperti ini:
Saat itu, dikepala kami dan penerbit sejujurnya tidak ada gambaran selain ide-ide yang cenderung play save. Suasana melankolis dan cenderung murung, seperti biasanya kover novel-novel mainstream dari penerbit di Indonesia. Ide-ide desain yang kurang lebih sperti ini.
Saat itu sudah terpilih satu desain, dan bahkan Final Artwork (itu istilah khusus untuk file desain siap cetak) desain dikirim. Ada jeda yang cukup lama sehingga kami merasa - walaupun hasil akhirnya tidak terlalu spesial - tapi project ini sudah dapat dianggap selesai. "Sudahlah, 1 tugas sudah selesai, time to move on."
Well. Itu adalah sebelum kemudian penerbit kembali, merasa tidak puas dan ingin me-redesign desain tersebut. Situasinya agak ajaib, mengingat desain itu sebetulnya belum dicetak sama sekali. Tapi demi desain yang lebih optimal (dan pastinya juga additional fee
Satu desain berhasil dipilih. Penerbit dengan antusias bahkan menambahkan agar kovernya sekalian dibuat 2 lapis. 2 lembar untuk masing-masing kover -depan dan belakang. Bagian depan dan belakang luar dibuat seperti sampul buku yang tersobek (atau tepatnya dipotong dengan efek sobekan oleh mesin pemotong di percetakan), sementara kover bagian dalam adalah gambar tampak samping penari yang tengah menapaki tangga tinggi sebuah Pura. 2 imej dengan ruang dan waktu berbeda yang ditampakan sekaligus dalam waktu bersamaan. Ini seperti sebuah konflik yang didramatisir dan disusun berlapis-lapis.
Setelah timbang sana timbang sini. Akhirnya desain diputuskan untuk disederhanakan menjadi 1,5 (hanya bagian depannya saja yang 2 lembar). Dan, hupla! Novel mencengangkan tentang kehidupan penari bali ditengah konflik politik dan sosial budaya Indonesia perang dunia ke II - Orde Baru dari I Made Dharmawan ini akhirnya mendapatkan bentuknya yang baru. Tepat seperti yang saat ini mungkin sudah nongkrong di rak-rak display toko, di rak buku teman-teman, dan pastinya, di rak buku kami.
NB: Naah, tuh requestnya dah terjawab ya, Roy.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Prev | Next > |
|---|








), kami 'berangkat lagi' mendesain. Dan tepat dari titik inilah kemudian Ayumanda menemukan kulit yang lebih edgy.


