|
Bercerita tentang Mino, pemuda dengan motor bebek, yang ditengah perjalanan hidup dan karir jurnalisnya, kemudian bertemu dengan orang dan situasi life changing. Novel tentang kehidupan seperti -yang dijalani-oleh setiap orang ini, sepintas biasa-biasa saja. Namun... Dibalik kesederhanaan bertutur inilah, sang penulis: Didi Wahyudi memotret selapis demi selapis bagian-bagian detail dari profesi jurnalis, dokter dan hal sehari-hari yang kerap luput dari kacamata orang biasa. Hasilnya ada novel sederhana dengan suasana yang sedemikian realistik sehingga menjadi begitu dramatis dan mengharu biru. Mencengangkan.
Itu adalah salah satu yang membuat kami begitu bersemangat mengerjakannya. Lebih bersemangat lagi begitu pihak penerbit memberikan arahan spesifik, yang pastinya bisa lebih menghemat waktu dan tenaga (seriously, pertanyaan kami untuk kasus-kasus minim/ tidak ada arahan desain adalah: bagaimana kita bisa cari jalan desain yang tepat -atau bahkan tahu pasti bahwa akan ada jalan yang tepat - kalau kita tujuannya tidak terjelaskan lebih dahulu?- design is the problem of direction, not just production).
Penerbit merasa visualisasi/ kualitas estetik Perahu Kertas sangat pas untuk menjadi kulit dari novel ini. Kami punya beberapa tabungan ide seperti itu, dan mulailah semua semua pikiran direktif itu menyatu.
Ide dasarnya adalah membuat kover dengan teknik sculpture paper yang lebih terasa nyata, tidak hanya efek Photoshop seperti yang pernah kami buat sebelumnya. Lalu, sesudah membuat 'monster-monster' manual ini

Kemudian dipilih dan dikembangkan sketsa digital yang akan menjadi acuan seperti apa nanti hasilnya. Objek-objek apa saja yang nanti bakal muncul, susunannya seperti apa, warna apa saja yang nanti ditampilkan, fonts, & so on. 
Sesudah satu sketsa digital berhasil dipilih, sesi berikutnya kembali berlangsung manual, melalui kertas warna, gunting, lem dan penyusunan bare handed. Ya. Serius. Kami ingin mendapatkan efek yang lebih natural dari teknik sculpture paper untuk kover ini. Satu-satunya jalan pastinya adalah melalui teknik pembuatan yang juga manual, tidak melalui Photoshop.
Potong sana- potong sini, lem sana, lem sini, lalu jadilah the real Finding Mino sculpture paper seperti ini.

Benda kerajinan tangan ini lalu kami foto. Bagian kover belakang dan bagian-bagian tertentu kemudian disesuaikan dan dibetulkan melalui program komputer.
Hasilnya adalah kover dengan efek yang lebih natural,

dan satu set produk eksklusif Finding Mino. Very limited edition craft. Terinspirasi betul-betul dari novel tersebut. Hanya ada dan dibuat 1 saja di jagat ini.

Kover buku dan 'Hasta karya' spesial ala Kebun Angan.
|